Artificial Intelligence
Artificial Intelligence (AI)
Perkembangan teknologi dari waktu kewaktu
kian pesat. Manfaat yang dihadirkan dari inovasi teknologi dapat dirasakan oleh
berbagai industri.
Mulai dari augmented reality, virtual
reality, internet of things, data science, hingga artificial intelligence.
Belajar dan memahami inovasi-inovasi ini menjadi suatu hal penting agarkita tak
ketinggalan jaman.
Kali ini, kita akan membahas pentingnya
belajar artificial intelligence.
Apa itu Artificial Intelligence?
Artificial Intelligence (AI) atau dikenal
juga dengan kecerdasan buatan merupakan salah satu bidang
pembelajaran ilmu komputer. Teknologi ini dibuat dengan tujuan untuk memecahkan
masalah kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan manusia seperti mengenali
lingkungan, pembelajaran, mengenali pola, hingga memecahkan masalah.
Menurut Stanford Computer Science, artificial
intelligence adalah ilmu rekayasa pembuatan program dan algoritma cerdas. Ilmu
ini melibatkan suatu mekanisme untuk menjalankan tugas dengan bantuan komputer.
AI memungkinkan sistem komputer, perangkat
lunak, program dan robot untuk dapat berpikir serta belajar layaknya manusia.
Hal ini dapat terjadi dengan bantuan algoritma pemrograman yang kompleks.
Sejarah Singkat Kecerdasan Buatan
Pada tahun 1947, seorang matematikawan dan
filsuf bernama Alan Turing, menemukan konsep kecerdasan buatan untuk pertama
kalinya setelah Perang Dunia II. Alan menganggap bahwa mesin bisa belajar,
mengolah informasi, memecahkan masalah dan membuat keputusan berdasarkan
informasi yang ada layaknya manusia.
Berdasarkan pemikiran ini, Alan kemudian
menulis makalah tentang pembuatan mesin cerdas dan cara menguji kecerdasannya.
Berawal dari inilah perkembangan artificial intelligence terus berlangsung
hingga saat ini.
Sebagai contoh, komputer bisa belajar dan
mengolah data yang diberikan manusia untuk kemudian mengambil keputusan
berdasarkan perhitungan tertentu. Pemrograman logika menjadi dasar dari
kecerdasan buatan ini.
Tak hanya itu, ada juga perangkat lunak yang
bisa mengenali suara manusia hingga komputer yang bisa bermain catur.
Perkembangan ini bertujuan untuk menciptakan kemampuan mesin yang semirip
mungkin dengan kecerdasan manusia.
Komponen Artificial Intelligence
Menurut seorang peneliti unggul di bidang
AI, Profesor Pedro Domingos, ada lima komponen dasar dari machine
learning, sebagai berikut:
- Komponen
simbolis yang berasal dari logika dan filsafat.
- Materi
koneksionis yang berasal dari ilmu saraf.
- Evolusioner
yang berkaitan dengan bidang evolusioner.
- Bayesian
yang berhubungan dengan statistik dan probabilitas.
- Komponen
analogis yang berasal dari ilmu psikologi.
Kelima dasar ini menjadi bagian penting yang
saling melengkapi untuk mengoptimalkan kecerdasan buatan. Berkat kemajuan dalam
efisiensi komputasi statistik, Bayesian berhasil memajukan beberapa bidang yang
akrab disebut “machine learning”.
Jaringan koneksionis yang diperluas ke
berbagai bidang tambahan juga melahirkan “deep learning”. Keduanya merupakan
perkembangan dari kecerdasan buatanya.
Jenis-jenis Artificial Intelligence
Artificial intelligence terbagi ke
dalam tiga jenis yang berbeda. Berikut diantaranya:
Artificial Narrow Intelligence
Jenis artificial intelligence narrow (ANI)
ini adalah jenis yang paling umum digunakan. Fungsi AI ini disebut ‘narrow’
karena memiliki fungsi yang terbatas. Kecerdasan buatan ini dirancang untuk
mengerjakan satu tugas saja. Namun, kualitasnya bisa dipastikan baik. Penerapan
ANI bisa dijumpai pada berbagai sektor kehidupan. Mulai dari perkiraan cuaca
hingga rekomendasi produk.
Artificial General Intelligence
Jenis artificial intelligence berikutnya
adalah artificial general intelligence atau AGI. Konsep AI ini digambarkan
sebagai sistem yang dapat bekerja pada level kognitif setara dengan kemampuan
manusia. Sistemnya mencakup belajar dan pemrosesan bahasa, pemrosesan gambar,
hingga fungsi pengambilan keputusan. Untuk menciptakan AGI, membutuhkan ribuan
ANI yang bekerja beriringan dan terintegrasi.
Artificial Super Intelligence
Jenis AI yang ketiga ialah artificial super
intelligence atau ASI. Fungsi yang satu ini melampaui kecanggihan AGI ya. Artificial
super intelligence bisa diandalkan untuk mengambil keputusan, berpikir
rasional, hingga menciptakan temuan baru. ASI juga masih merupakan gambaran
kasar saja, sama seperti AGI. Dengan terwujudnya AGI, tentu tak menutup
kemungkinan ASI untuk juga menjadi kenyataanya. Bayangkan saja betapa banyak
perkembangan yang mungkin kita rasakan dengan adanya kedua jenis AI ini.
Cara Kerja Artificial Intelligence
Lalu, sebenarnya bagaimana cara kerja
artifical intelligence? Tahukah kamu kalau sistem AI bekerja dengan
menggabungkan beberapa database besar(big data)?
Kemudian, algoritma tertentu akan mengolah
database tersebut untuk menemukan suatu
pola pada data. Sistem akan menguji dan mengukur performa setiap AI memproses
data.
Kecerdasan buatan ini dikembangkan menyerupai
kerja otak manusia. Namun, artificial intelligence tidak memerlukan istirahat.
Ada banyak tugas yang bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat.
Tak hanya menyelesaikan tugas, AI juga bisa
belajar untuk mengembangkan kemampuan menyelesaikan berbagai masalah.
Perkembangan Sistem Aritificial Intelligence
Tak hanya mengandalkan sistem komputer. Ada
beberapa sistem dan komponen kompleks yang
mendukung AI untuk bisa bekerja. Berikut
diantaranya:
Neural Network
Neural network merupakan gabungan dari
beberapa unit kecil yang membantu AI untuk bisa belajar dengan lebih baik.
Gabungan dari unit ini mirip dengan sistem saraf pada tubuh manusia
Machine Learning
Machine learning ialah kemampuan belajar yang
didapat dari neural network. Kemudian, machine learning mengolah kemampuan ini
untuk bisa memahami pengetahuan dan kemampuan baru. Sebelum program belajar AI
dijalankan, machine learning akan mempelajarinya terlebih dahulu.
Deep Learning
Peningkatan dari program machine learning
dikenal dengan istilah deep learning. Setelah machine learning mempelajari ilmu
baru, deep learning akan memanfaatkan sistem komputer untuk mempelajari pola
pada data. Contoh hasil deep learning misalnya pengenalan gambar dan kemampuan
berbicara.
Cognitive Computing
Artificial intelligence bisa memiliki sistem
kognisi mirip manusia. Kegunaan utama dari teknologi cognitive computing adalah
untuk memproses perintah manusia melalui terjemahan dari ucapan dan gambar.
Contoh Produk Kecerdasan Buatan
Setelah membaca penjelasan terkait artificial
intelligence di atas, mungkin kamu penasaran dengan contoh AI di kehidupan sehari-hari.
Berikut beberapa contoh produk artificial intelligence yang bisa kamu
temukan di lingkungan sekitar:
Media Sosial
Bermain sosial media menimbulkan rasa candu
sehingga kamu tak henti-henti scrolling sampai lupa waktu. Hal
ini terjadi karena sosial media milikmu seakan-akan sangat memahami konten apa
yang menarik minatmu ya.
Namun, hal ini bukan hanya kebetulan. AI
memang digunakan untuk memantau preferensi konten, menyarankan koneksi, dan
menayangkan iklan yang sesuai dengan minatmu. Hal-hal tersebut dilakukan agar
kamu tetap terhubung dengan sosial media ya.
Tak hanya menampilkan konten yang menarik
perhatian, AI juga bisa menjaga keamanan platform. Artificial intelligence bisa
digunakan untuk mengenali gambar visual yang melanggar syarat dan ketentuan
platform. Kamu bisa tetap menikmati konten favorit tanpa perlu terganggu konten
negatif ya.
Teknologi Peta Online dan Navigasi
Contoh program artificial intelligence yang
erat dengan kegiatan sehari-hari ialah tekologi peta online dan navigasi. Peta
tradisional dari kertas mulai ditinggalkan karena dianggap kurang praktis dan
tidak responsif.
Dengan teknologi artificial intelligence,
lahirlah berbagai aplikasi canggih seperti Waze dan Google Maps. Pada aplikasi
ini, AI berperan untuk mengingat tampilan visual bangunan dan mengidentifikasi
perubahan arus lalu lintas sehingga kamu bisa menghindari kemacetan di area
tertentu.
E-Payment
Dewasa ini, kamu tak lagi perlu khawatir jika
tidak membawa dompet saat bepergian. Kamu sudah bisa mendapatkan akses ke
dompet digital dengan bantuan artificial intelligence.
Nah, software e-payment merupakan salah satu
bentuk nyata dari teknologi AI yang bisa membantu membuka akun, melakukan
penyetoran dan transfer uang dari mana saja. Inovasi ini juga membantu menjaga
keamanan, manajemen identitas dan menjaga privasi pengguna.
Apabila ditemui aktivitas yang tidak biasa
pada akun e-payment, artificial intelligence juga bisa memberikan peringatan.
Kamu akan diminta verifikasi atas transaksi yang berlaku. Tentu teknologi ini
berguna untuk mencegah penipuan pada software bank digital.
Sistem Logistik
Perusahaan ternama Amazon turut
menggunakan program berbasis machine learning untuk mengembangkan bisnis.
Dengan bantuan machine learning, Amazon bisa meningkatkan pengalaman bisnis,
membangun bisnis, juga mengoptimalkan kualitas dan kecepatan sistem logistik.
Amazon juga mendirikan AWS atau Amazon Web
Services untuk menyebarluaskan teknologi machine learning ke seluruh
perusahaan. Machine learning Amazon bisa memprediksi keputusan bisnis yang
lebih baik di masa mendatang berdasarkan data historis seperti tren dan
transaksi masa lalu.
Manfaat Artificial Intelligence
Ada banyak manfaat dari penerapan artificial
intelligence, data science, maupun machine learning. Penting untuk belajar
artificial intelligence dan menerapkannya pada bisnis maupun bidang lain.
Beberapa manfaat AI adalah sebagai berikut:
Mengurangi Risiko Kesalahan Manusia
Tak dapat dipungkiri, manusia bisa membuat
kesalahan atau sering disebut dengan istilah “human error”. Dengan program
komputer yang terstruktur dengan baik, kesalahan bisa diminimalisir hingga
mencapai tingkat akurasi yang diinginkan.
Ramalan cuaca juga menerapkan teknologi AI
untuk mengurangi risiko kesalahan dalam perkiraan cuaca. Prediksi kondisi cuaca
harian menjadi lebih akurat.
Tersedia Setiap Waktu
Jam kerja manusia tentunya terbatas, hanya 4
hingga 6 jam dalam satu hari. Ada waktu-waktu tertentu yang tidak memungkinkan
manusia untuk bekerja. Nah, artificial intelligence bisa menggantikan manusia
untuk bekerja tanpa jeda dan bosan. Software bisa bekerja 24×7, tidak seperti
manusia. Contohnya ialah customer support chatbot yang bisa
melayani pelanggan kapan saja.
Materi Belajar Artificial Intelligence
Setelah belajar manfaat artificial
intelligence, mungkin kamu semakin tertarik dengan materi yang satu ini. Kamu
bisa belajar teknik-teknik AI untuk ikut serta memajukan negeri.
Adapun, materi pembelajaran untuk
memahami AI biasanya meliputi beberapa kemampuan khusus seperti machine
learning, deep learning, Python, dan natural language processing. Materi-materi
ini penting dalam proses belajar artificial intelligence.
Kamu perlu memiliki dasar bahasa pemrograman
Phyton serta pengetahuan mengenai algoritma. Belajar materi natural language
processing juga penting untuk membantu komputer memahami bahasa alami manusia
seperti pada software chatbot yang memahami makna percakapan.
Peluang Karier Kecerdasan Buatan
Di masa-masa sulit akibat dampak pandemi
Covid-19, artificial intelligence malah semakin diminati. Menurut Linkedin,
dilansir dari Liputan 6, perekrutan pekerjaan di industri ini tumbuh
hingga 32%.
Untuk bisa mendapatkan pekerjaan di bidang
ini, kamu perlu belajar materi komunikasi, analisis, data science, program
JavaScript, Microsoft Excel, dan Python. Pembelajaran dalam berbagai
keterampilan ini bisa membawamu ke pekerjaan impian di bidang AI.
Komentar
Posting Komentar